-->

Sekolah Dasar Negeri 3 Marowo

Kreatif, Terampil dan Religius

sdn 3 marowo

Jawaban Post Test Modul 3 Mengorganisasikan Muatan Pembelajaran


Mengorganisasikan muatan pembelajaran adalah proses strategis dalam menyusun materi, pengalaman belajar, dan kompetensi agar selaras dengan tujuan pendidikan. Sederhananya, ini adalah tentang bagaimana kita menyusun "apa" yang akan diajarkan agar masuk akal bagi siswa.

Berikut adalah rincian mendalam mengenai cara mengorganisasikan muatan pembelajaran:


1. Pendekatan Pengorganisasian Muatan

Ada tiga pendekatan utama yang sering digunakan dalam kurikulum modern:

  • Pendekatan Mata Pelajaran (Subject-Led): Muatan disusun berdasarkan disiplin ilmu yang terpisah (misalnya: Matematika, Bahasa Indonesia, IPA). Fokusnya adalah penguasaan konsep mendalam di tiap bidang.

  • Pendekatan Tematik (Integrated/Theme-based): Muatan dari berbagai mata pelajaran diikat oleh satu tema besar (misalnya: "Lingkungan"). Ini membantu siswa melihat keterkaitan antar ilmu.

  • Pendekatan Secara Bergantian (Blended/Modular): Sekolah menjadwalkan muatan secara blok waktu tertentu atau mengombinasikan metode di atas sesuai kebutuhan capaian pembelajaran.


2. Struktur Pengorganisasian (Horizontal & Vertikal)

Agar pembelajaran efektif, muatan harus disusun dalam dua dimensi:

A. Organisasi Horizontal (Keluasan)

Ini berkaitan dengan cakupan materi dalam satu periode waktu yang sama (misalnya dalam satu semester).

  • Integrasi: Menghubungkan satu materi dengan materi lain agar tidak terjadi tumpang tindih.

  • Keseimbangan: Memastikan beban belajar tidak terlalu berat di satu sisi dan mencakup ranah kognitif, afektif, serta psikomotorik.

B. Organisasi Vertikal (Kedalaman)

Ini berkaitan dengan urutan materi dari waktu ke waktu (dari kelas 1 ke kelas 2, atau dari pertemuan 1 ke pertemuan 10).

  • Kesinambungan (Continuity): Materi yang dipelajari sekarang menjadi dasar untuk materi berikutnya.

  • Urutan (Sequence): Menyusun materi dari yang paling mudah ke yang sulit, atau dari yang konkret ke yang abstrak.


3. Langkah-Langkah Mengorganisasikan Muatan

Jika Anda sedang merancang pembelajaran, ikuti alur logis ini:

  1. Analisis Capaian Pembelajaran (CP): Pahami target kompetensi akhir yang harus dicapai siswa.

  2. Pemetaan Materi (Mapping): Bedah CP menjadi unit-unit kecil atau tujuan pembelajaran yang lebih spesifik.

  3. Penentuan Alokasi Waktu: Tentukan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menguasai satu kompetensi (mempertimbangkan tingkat kesulitan).

  4. Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP): Urutkan unit-unit materi tersebut secara logis.


4. Prinsip Pengorganisasian yang Efektif

Agar muatan tidak sekadar menjadi "tumpukan informasi", gunakan prinsip berikut:

PrinsipPenjelasan
Sederhana ke KompleksMulai dari fakta dasar sebelum masuk ke teori atau analisis.
PrasyaratPastikan siswa sudah menguasai konsep A sebelum mengajarkan konsep B.
RelevansiHubungkan muatan dengan kehidupan nyata siswa agar lebih bermakna.
KeutuhanSajikan materi sebagai satu kesatuan yang utuh, bukan potongan informasi yang terisolasi.
1. Apa itu pendekatan pembelajaran?
Pendekatan apa yang diterapkan di satuan pendidikan saat ini untuk mengorganisasikan muatan pembelajaran? J: Satuan pendidikan saat ini menerapkan pendekatan mata pelajaran, tematik, integrasi, atau blok.
2. Ragam Pendekatan Pembelajaran
  • Jika menggunakan pendekatan tematik, semua mata pelajaran harus masuk ke dalam 1 tema. j: B. salah
  • Tantangan yang mungkin terjadi jika pendekatan mata pelajaran digunakan adalah… j: B.
  • Di bawah ini, mana yang merupakan pendekatan pembelajaran secara terintegrasi? j: C
  • Apa ciri-ciri pendekatan sistem blok? j: C
Setelah mempelajari ini, saya ingin mencoba untuk melakukan pendekatan pembelajaran..... karena..... j: Saya ingin mencoba melakukan pendekatan blok karena memberikan waktu intensif bagi siswa untuk mendalami materi secara tuntas.
3. Jawaban Post Test:
  1. Berikut ini hal yang perlu dipertimbangkan sebelum melaksanakan pembelajaran menggunakan model blok, kecuali… j: D
  2. Manakah yang bukan pendekatan pengorganisasian muatan pembelajaran? j: C
  3. Dalam pendekatan mata pelajaran, satuan pendidikan menjadwalkan kegiatan pembelajaran dalam mata pelajaran secara terpisah. j: A
  4. Apa yang perlu dipersiapkan oleh satuan pendidikan jika hendak memakai pendekatan tematik? j: D
  5. Hal yang perlu dipertimbangkan jika ingin menerapkan pendekatan pembelajaran secara terintegrasi adalah… j: B
  6. Perhatikan pengaturan waktu belajar yang disusun berikut: Konsep pengelolaan data dapat secara kolaboratif diajarkan oleh guru Matematika dan IPA. Konsep ini bisa diajarkan di satu kegiatan dengan menggabungkan alokasi waktu kedua mata pelajaran atau diajarkan pada masing-masing mapel, dengan penyelarasan aktivitas. Pengaturan waktu belajar seperti diatas merupakan contoh pengaturan belajar dengan pendekatan …. J: B
Demikian Jawaban Post Test Modul 3 Mengorganisasikan Muatan Pembelajaran. Semoga Tulisan ini bermanfaat!.

Jawaban Post Test Modul 2 Mengenal Pengorganisasian Pembelajaran


Pengaturan jadwal kegiatan dan pembelajaran di satuan pendidikan, sebaiknya memang harus dipikirkan matang-matang. Dengan begini, jadwal pembelajaran dapat berjalan efektif, peserta didikpun dapat belajar dengan nyaman dan optimal. Saat mengatur waktu pembelajaran antar kelas, mengatur beban belajar peserta didik, proses belajar hingga misalnya pengaturan penggunaan sarana-parasarana, di saat itulah sebenarnya guru sedang melakukan pengorganisasian pembelajaran.

Dengan kata lain, pengorganisasian pembelajaran adalah cara satuan pendidikan mengatur pembelajaran dalam muatan kurikulum, dalam satu periode waktu. Pengorganisasian pembelajaran mengatur semua kegiatan belajar, yang akan peserta didik jalani di satuan pendidikan selama satu tahun ajaran.

Kegiatan belajar peserta didik, bisa kita bagi berdasarkan struktur kurikulum yang sudah di tetapkan oleh pemerintah. Yaitu, intrakulikuler dan projek penguatan peropil pelajar pancasila. Selain itu, kita juga perlu mengatur pembelajar untuk kegiatan ekstrakurikuler dan program sekolah lainnya.
Pengorganisasian
Semua kegiatan belajar ini harus kita atur pelaksanaannya. Agar jadwal antara kegiatan dan penggunaan sarana dan kerasarana, bisa digunakan secara maksimal. Dengan begini, pendidi kdan peserta didik dapat belajar dengan nyaman. Program yang sudah disusun dapat berjalan dengan lancar. Dengan demikian, kebutuhan peserta didik dalam mencapai capaian pembelajaran dan profil pelajar pancasila dapat tercapai.

Dalam pengorganisasian pembelajaran yang diatur adalah semua kegiatan belajar dan program sekolah selama satu tahun ajaran. Di antaranya, pengaturan beban belajar mencakup total JP yang akan dilalui peserta di dalam rentang waktu tertentu. Baik itu beban belajar intrakurikuler, maupun projek profil. Pada jenjang dasar dan menengah. Beban belajar intrakurikuler, berarti beban belajar untuk setiap mata pelajaran. Pada paud, berarti beban belajar terhadap tujuan pembelajaran, tujuan pembelajaran yang didukung oleh tema materi dalam pengaturan. Pengaturan ini akan berkaitan dengan beban mengajar pendidik. Pemerintah pusat sudah menutukan beban belajar untuk setiap jenjang yang bisa dijadikan acuan.

Pengorganisasian pembelajaran membantu satuan perlilihan untuk dapat mengolah aktivitas pembelajaran dengan lebih teratur. Sesuai dengan kerangka struktur kurikulum dan program satuan perlaluan. Dalam mengorganisasi pembelajaran, satuan perlilihan perlu mempertimbangkan tujuan dan kondisinya. Hal yang perlu dilakukan adalah pertama, mengidentifikasi kebutuhan peserta didik, lalu memperoritaskanya sesuai tujuan dan kondisi satuan pendidikan.

Di tahap awal, satuan pendidikan disararankan mengambil langkah bertahap dengan melakukan penyesuan kecil dalam hal pendekatan pembelajaran dan mengorganisasikan muatan mata pelajaran dalam intrakurikuler. Projek penguatan profil pelajar majasila dan intrakurikuler. Kemudian, satuan pendidikan perlu menyesuaikan sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan yang ada.

Latihan Pemahaman
Kalender akademik merupakan salah satu bentuk atau luaran dari pengorganisasian pembelajaran.
Pernyataan di atas adalah...
Jawaban : benar
Hasil yang diharapkan dari pengorganisasian pembelajaran oleh satuan pendidikan adalah:
Jawaban : Pengaturan muatan belajar dalam struktur kurikulum yang terdiri dari intrakurikuler dan projek pengatan profil pleajar pancasila
Kegiatan belajar yang diatur oleh satuan pendidikan dalam kegiatan pengorganisasian pembelajaran adalah Intrakurikuler, projek penguatan profil pelajar Pancasila, ekstrakurikuler, dan program lainnya. Pernyataan di atas adalah..
Jawaban : Benar
Cerita Reflektif
1 hal yang saya baru tahu, yaitu...
Pengorganisasian pembelajaran membantu satuan perlilihan untuk dapat mengolah aktivitas pembelajaran dengan lebih teratur.

Soal Post test
  1. Hal yang tepat mengenai kegiatan intrakurikuler adalah….j: C
  2. Berikut yang termasuk dalam contoh luaran dari pengorganisasian pembelajaran adalah… j: D
  3. Apa saja yang tidak termasuk kondisi sekolah yang perlu dipertimbangkan saat merancang pengorganisasian pembelajaran? j: A

Demikian Jawaban Post Test Modul 2 Mengenal Pengorganisasian Pembelajaran di Platform Merdeka Mengajar. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Jawaban Post Test Modul 1 Memulai Belajar di Tahap Berkembang (Part 2)


Secara gambaran besar, langkah penyusunan kurikulum operasional satuan pendidikan adalah sebagai berikut. Langkah pertama, dimulai dari menganalisis konteks karakteristik satuan pendidikan. Kemudian, dilanjutkan dengan merumuhkan visi, misi, dan tujuan dari satuan pendidikan kita.

Tahapan selanjutnya adalah langkah-langkah operasional untuk mewujudkan visi, misi, dan tujuan dalam pembelajaran. Di mulai dari menentukan pengorganisasian pembelajaran, sampai menyusun rencana pembelajaran. Satuan pendidikan juga bisa merancang program pendampingan, evaluasi, dan pengembangan profesional pendidik. Evaluasi dilakukan secara berkala, sehingga dari evaluasi tersebut, satuan pendidikan dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan melakukan perbaikan terus menerus.

Komponen pengorganisasian pembelajaran merupakan ruang lingkup satuan pendidikan. Artinya dilakukan bersama-sama antara kepala satuan pendidikan, wakasek, dan perwakilan pendidik. Jadi ketika menentukan pendekatan pembelajaran, tema projek profil dalam satu tahun, ekstrakurikuler dan program sekolah lainnya itu sudah mempertimbangkan masukkan dari berbagai pihak, terutama para pendidik yang akan berinteraksi langsung dengan peserta didik.

Untuk penyusunan alur tujuan pembelajaran  masuk ke lingkup satuan pendidikan. Tapi untuk pencanaan dan pelaksalan pembelajaran, itu sudah masuk ruang lingkup kelas masih masing. Nah, seperti-nya guru-guru di sekolah masih memiliki kesiapan yang berbeda-beda. Ada yang masih di tahap awal, berkembang, dan juga mahir. Memang kondisi seperti itu sangat mungkin terjadi. Kalau begitu, ibu sebagai kepala sekolah bisa mengarakan guru-guru untuk belajar di tahap yang mana.

Bisa dari hasil superfisi akan demikian telah dilakukan. Ajak saja guru-guru nya untuk melihat rubrik di masing-masing tahap. Kemudian, direfleksikan dengan kapasitasnya masih masing. Mirip ketika melakukan refleksi mandiri kesiapan satuan pendidikan. Jika gurunya sudah mampu pada tahap siap atau mahir, malah akan menurunkan motivasi mereka jika belajar di tahap awal atau berkembang. Sebaliknya, bagi yang baru bisa ditahaap awal atau berkembang, akan kesulitan jika dipaksa berada di tahap mahir.

Berikut adalah peta belajar yang bisa Anda pelajari dalam mempelajari kurikulum operasional satuan pendidikan di Platform Merdeka Mengajar. Terdapat 4 pilihan topik lanjutan yang dapat Anda pilih sesuai hasil refleksi mandiri tingkat kesiapan satuan pendidikan.
Tahap Awal

Latihan Pemahaman
Berikut yang merupakan komponen kurikulum operasional yang menjadi fokus pada topik ini adalah…
Jawaban : Pengorganisasian dan perencanaan pembelajaran
Cerita Reflektif
Pada materi ini tidak ada cerita reflektif. Silakan tuliskan tanda '-' pada kotak yang disediakan.

Soal Post Test
Soai 1 dari 1
  1. Pendidik bebas mempelajari komponen pada tahap lain sesuai kesiapannya masing-masing. j: A. Benar
  2. Semua pendidik harus diarahkan mempelajari komponen Perencanaan Pembelajaran pada tahap yang sama, sesuai kesiapan satuan pendidikan. j: B. Salah
Demikian Jawaban Post Test Modul 1 Memulai Belajar di Tahap Berkembang (Part 2) di Platform Merdeka Mengajar. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Jawaban Post Test Modul 2 Kerangka Dasar Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan


Kerangka dasar penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan dibangun dengan berlandaskan pada tiga pilar utama yang saling terhubung. Pertama,  landasan filosofis dan yuridis, yang bersumber dari Pancasila, UUD 1945, UU Sistem Pendidikan Nasional, serta regulasi turunannya, memberikan arah dan tujuan pendidikan nasional. Kedua, landasan psikopedagogis, yang memperhatikan teori perkembangan peserta didik, teori belajar, dan prinsip pembelajaran yang efektif sesuai dengan tahap usia dan keragaman siswa. Ketiga, landasan sosiokultural, yang mempertimbangkan konteks lingkungan sosial, budaya, ekonomi, dan kemajuan teknologi di mana sekolah berada.

Kerangka ini kemudian dijabarkan dalam komponen-komponen struktural seperti visi-misi sekolah, tujuan pembelajaran, struktur kurikulum (muatan nasional dan muatan lokal), beban belajar, kalender akademik, serta prinsip pengembangan silabus dan perangkat ajar. Proses penyusunannya harus partisipatif, melibatkan guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, dan pemangku kepentingan lainnya, serta senantiasa terbuka untuk ditinjau ulang dan diperbarui sesuai dengan evaluasi dan perubahan kebutuhan. Intinya, kerangka dasar ini berfungsi sebagai peta jalan yang memandu satuan pendidikan dalam menciptakan kurikulum yang kontekstual, bermakna, dan mampu mewujudkan profil Pelajar Pancasila.

  • Berikut yang BUKAN merupakan prinsip dalam penyusunan kurikulum satuan pendidikan adalah ... j: A

  • Berikut ini merupakan komponen kurikulum satuan pendidikan, kecuali … j: D
  • Berikut ini yang merupakan komponen yang ditinjau setiap tahun pada kurikulum di satuan pendidikan adalah… j: C
Hal baru apa yang Anda pelajari pada materi ini? j: yang saya pelajari tentang komponen kurikulum satuan pendidikan

  • Dalam mengembangkan kurikulum, setiap satuan pendidikan merdeka dalam menentukan tahap kesiapan masing-masing. j: A
  • Yang harus dilakukan kepala satuan pendidikan untuk menentukan kesiapan satuan pendidikannya dalam merancang kurikulum satuan pendidikan adalah …. j: B
Apakah di satuan pendidikan Anda sudah terbiasa melakukan refleksi sebelum membuat keputusan? j: Di sekolah kami, budaya refleksi sebelum pengambilan keputusan sudah mulai diterapkan, terutama untuk keputusan pedagogis seperti perubahan strategi mengajar. Namun, untuk keputusan administratif yang mendesak, proses ini masih perlu diperkuat agar lebih sistematis dan melibatkan lebih banyak perspektif.

4. Jawaban Post Test: 
  1. Perhatikan cara penyusunan kurikulum satuan pendidikan pada 2 sekolah berikut: Sekolah A: Mengikuti contoh kurikulum satuan pendidikan yang diberikan oleh Kemdikbudristek, Sekolah B: Mengembangkan kurikulum satuan pendidikan secara mandiri. Di antara kedua sekolah tersebut, manakah sekolah yang sudah tepat dalam mengimplementasi kurikulum satuan pedidikan? j: C
  2. Pembelajaran yang dilaksanakan pada satuan pendidikan harus mampu memenuhi keragaman potensi, kebutuhan perkembangan dan tahapan belajar, serta kepentingan peserta didik. Pernyataan diatas sesuai dengan prinsip.... j: C
  3. Profil pelajar Pancasila dapat terbangun/tercapai pada diri peserta didik apabila pengorganisasian pembelajaran dapat mengoptimalkan: j: D
  4. Komponen kurikulum satuan pendidikan yang perlu ditinjau setiap tahun yaitu... j: C
  5. Tujuan dari implementasi kurikulum yang disesuaikan dengan kesiapan setiap satuan pendidikan adalah sebagai berikut, kecuali…. j: B

Demikian Jawaban Post Test Modul 2 Kerangka Dasar Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan. Semoga tulisan ini bermanfaat!

Jawaban Post Test Modul 1 Mengenal Kurikulum Satuan Pendidikan


Mengenal Kurikulum Satuan Pendidikan adalah proses memahami kerangka kurikulum yang dikembangkan dan dilaksanakan di tingkat sekolah tertentu, berdasarkan pedoman dari kurikulum nasional namun disesuaikan dengan visi, misi, konteks, serta kebutuhan unik satuan pendidikan tersebut. Kurikulum ini merupakan penjabaran operasional yang memuat tujuan pembelajaran, struktur dan muatan kurikulum, kalender akademik, hingga silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang akan digunakan di sekolah.

Penyusunannya melibatkan analisis kondisi lingkungan, potensi peserta didik, serta sumber daya yang dimiliki sekolah. Dengan demikian, meski berlandaskan pada standar nasional, kurikulum satuan pendidikan bersifat kontekstual dan fleksibel, memberikan ruang bagi sekolah untuk mengembangkan kekhasan, inovasi, serta program-program yang relevan dengan karakteristik dan tantangan lokal. Pengenalan ini penting agar seluruh pemangku kepentingan di sekolah dapat memiliki pemahaman yang sama dan berpartisipasi aktif dalam mewujudkan pembelajaran yang bermakna dan berdampak bagi peserta didik.

1. Definisi dan Esensi Kurikulum Satuan Pendidikan
  • Berikut yang bukan diatur oleh pemerintah pusat dalam kerangka dasar kurikulum nasional adalah … j: B
  • Pemerintah pusat menentukan format dan sistematika kurikulum yang harus digunakan oleh satuan pendidikan. j: B
Apakah Anda sudah terbiasa melakukan adaptasi dari Kurikulum Nasional? j: ya

2. Acuan Kurikulum Satuan Pendidikan
  • Dua sifat dalam penyusunan kurikulum satuan pendidikan adalah fleksibel dan dinamis. j: A
Bagaimana Anda selama ini memandang kurikulum nasional? Apakah sebagai suatu hal yang tetap atau dinamis? j: Saya memandang kurikulum nasional sebagai kerangka yang dinamis karena ia harus terus menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, kebutuhan masyarakat, dan perkembangan ilmu pengetahuan, meskipun tetap berpegang pada tujuan utama pendidikan bangsa yang stabil dan berkelanjutan.

3. Jawaban Post Test: 
  1. Berikut alasan yang tepat mengenai pentingnya menganalisis karateristik satuan pendidikan dalam penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan adalah… j: D
  2. Ada dua sifat dalam penyusunan kurikulum satuan pendidikan, yaitu: j: A
  3. Yang dimaksud dengan ‘dinamis’ pada penyusunan kurikulum satuan pendidikan adalah.... j: A
  4. Pemerintah pusat tidak mewajibkan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum di masing-masing satuan pendidikan. j: B

Demikian Jawaban Post Test Modul 1 Mengenal Kurikulum Satuan Pendidikan. Semoga tulisan ini bermanfaat!

Jawaban Post Test Modul 2 Penggunaan Bahasa Daerah dalam Pembelajaran di Kelas Awal


Ibu dan bapak guru pada video sebagian besar peserta didik sudah menguasai bahasa Indonesia. Namun, saat guru mengenalkan konsep baru peserta didik masih tampak kesulitan memahaminya. Pada kondisi seperti ini bahasa daerah dapat digunakan kepada peserta didik yang sudah menguasai bahasa Indonesia. Untuk menjelaskan konsep tertentu, guru dapat menggunakan bahasa daerah untuk membantu peserta didik lebih mudah memahaminya.

Jika guru mendapatkan pesserta didik yang bisa mengikuti pembelajaran menggunakan bahasa Indonesia sementara sebagian lain belum dan masih dominan menggunakan bahasa daerah atau bahasa ibunya. Pada pembelejaran terdiferensiasi berbasis bahasa, guru membimbing peserta didik untuk belajar mengenal huruf dan bunyinya menggunakan kosa kata yang mereka kenal dalam bahasa Indonesia.

Cara lain yang dapat dilakukan guru yaitu memberikan pendampingan khusus untuk kelompok yang berbahasa daerah. Pendampingan ini bisa dilakukan dengan mengalokasikan waktu bagi peserta didik.

Selanjutnya kita akan mempelajari bagaimana melatih kemampuan literasi peserta didik menggunakan bahasa daerah untuk membantu mereka bertransisi ke bahasa Indonesia. Transisi dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia merupakan salah satu pendekatan untuk meningkatkan capaian belajar peserta didik di sekolah.
Bahasa Daerah
Pendekatan ini memadukan, proses penulisan bahasa daerah dalam aksara latin dan guru yang menguasai bahasa dominan yang digunakan peserta didik baik lisan mau penulisan. Ada tahapan proses transisi dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia.
  1. Tahap pertama, pengembangan kemampuan bahasa lisan. Di tahap awal, peserta didik belajar mengenangkan kemampuan bahasa lisan mengenakan bahasa daerah. Pembelajaran fokus pada ketrampilan berbicara dan mendengar. Misalnya, mengenai diri sendiri, keluarga, atau lingkungan. Contoh media yang digunakan adalah, buku cerita, kartu gambar, poster gambar, atau benda konkrit. Pembelajaran bahasa lisan dapat membantu mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi, melati pemahaman dan membangun kepercayaan diri peserta didik.
  2. Tahap kedua, pengembangan kemampuan bahasa lisan. Setelah kemampuan lisan peserta didik belajar, dilanjutkan dengan pembelajaran bahasa lisan. Peserta digdik diperkenalkan dengan huruf dan bunyi huruf, yang paling sering dibunakan dalam kehidupan sari hari. Untuk mengenalkan huruf dan bunyi huruf, bisa dibantu dengan poster huruf dan kosakata yang paling dikenal oleh peserta didik dalam bahasa daerah.

A. Bahasa Daerah untuk Menjelaskan Konsep Pembelajaran
Latihan Pemahaman
Saat merancang kegiatan pembelajaran, guru perlu menggunakan kegiatan yang akrab dengan kehidupan sehari-hari peserta didik dan menggunakan kosakata yang berhubungan dengan konsep yang diajarkan. Pernyataan tersebut adalah ...
Jawaban : Benar
Cerita Reflektif
Ceritakan pengalaman Ibu dan Bapak saat mengajarkan konsep pembelajaran kepada peserta didik yang masih belum menguasai Bahasa Indonesia dengan baik.
Untuk menjelaskan konsep tertentu, guru dapat menggunakan bahasa daerah untuk membantu peserta didik lebih mudah memahaminya.
B. Pembelajaran Terdiferensiasi Berbasis Bahasa
Latihan Pemahaman
Guru dapat menggunakan bahasa pengantar pembelajaran yang sama bagi peserta didik dengan latar belakang bahasa yang berbeda. Pernyataan di atas adalah ….
Jawaban ; Salah
Cerita reflektif
Ceritakan pengalaman Ibu dan Bapak saat mengajar peserta didik dengan bahasa yang berbeda-beda di dalam kelas.
Adanya perbedaan-perbedaan bahasa mesti disikapi oleh setiap guru dengan cara menampilkan diferensiasi konten dan berbagai pendekatan yang dapat memastikan bahwa semua materi belajar telah disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik yang memiliki kemampuan berbeda.
C. Bahasa Daerah untuk Bertransisi ke Bahasa Indonesia
Latihan Pemahaman
Saat peserta didik sudah mampu membaca dan menulis kata atau kalimat dalam bahasa daerah, mereka dapat menggunakan kemampuan yang mereka kuasai untuk beralih belajar dalam bahasa Indonesia. Pernyataan di atas adalah ….
Jawaban : benar
Cerita Reflektif
Ceritakan pengalaman Ibu dan Bapak saat mengajarkan keterampilan membaca dan menulis bagi peserta didik yang belum menguasai Bahasa Indonesia dengan memadai.
Saat mengajar keterampilan membaca dan menulis bagi peserta didik yang belum menguasai Bahasa Indonesia dengan memadai siswa mengalami kesulitan memahami apa yang disampaikan oleh guru
Soal Post Test
1.Saat merancang kegiatan pembelajaran, sebaiknya guru menggunakan istilah baru yang belum dikenal oleh peserta didik.
A.Benar
B.Salah
Pembahasan :
Jawaban : B. Salah
2.Apabila peserta didik sudah cukup mampu belajar dalam Bahasa Indonesia, namun mereka masih kesulitan memahami konsep-konsep tertentu, maka langkah apa yang dapat dilakukan guru?
A.Guru dapat mencari materi lain yang lebih mudah dikuasai oleh peserta didik
B.Guru dapat meminta peserta didik untuk mencari sumber belajar lain yang lebih tepat.
C.Guru tidak perlu mengajarkan konsep-konsep yang dirasa sulit untuk dikuasai peserta didik
D.Guru dapat menggunakan bahasa yang paling dikuasai peserta didik untuk menjelaskan konsep
Pembahasan :
Jawaban : D. Guru dapat menggunakan bahasa yang paling dikuasai peserta didik untuk menjelaskan konsep
3.Saat pembelajaran Matematika dengan Tema Mengenal Pecahan 1/2, bagaimana guru menggunakan bahasa daerah untuk mengenalkan konsep pecahan?
A.bahasa daerah digunakan sepanjang pembelajaran berlangsung
B.bahasa daerah digunakan saat mengenalkan detail konsep Pecahan 1/2
C.bahasa daerah digunakan saat mengawali pembelajaran.
D.bahasa daerah digunakan saat mengakhiri pembelajaran
Pembahasan :
Jawaban : B. Bahasa daerah digunakan saat mengenalkan detail konsep Pecahan 1/2
4.Dalam pembelajaran terdiferensiasi kita perlu memastikan bahwa tiap peserta didik mendapatkan bimbingan yang berimbang sesuai dengan bahasa yang dikuasainya.

Pernyataan tersebut adalah ...
A.Benar
B.Salah
Pembahasan :
Jawaban : A. Benar
5.Pak Khusna adalah guru di SDN Waitama. Beliau juga warga asli di sekitar sekolah. Pada kelas beliau terdapat empat anak yang belum menguasai Bahasa Indonesia. Sedangkan peserta didik yang lain sudah mampu berbahasa Indonesia dengan baik. Manakah di antara langkah berikut yang paling tepat dilakukan Pak Khusna agar tetap dapat memfasilitasi peserta didik di kelasnya?
  1. Merancang pembelajaran sama dengan variasi bahasa yang berbeda
  2. Meminta ijin kepala sekolah untuk berganti kelas yang diajar.
  3. Menyediakan jam tambahan belajar khusus bagi peserta didik yang belum bisa berbahasa Indonesia.
  4. Mengajukan usulan mutasi ke sekolah dengan peserta didik yang mampu berbicara Bahasa Indonesia
A.1 dan 2
B.1 dan 3
C.2 dan 3
D.2 dan 4
Pembahasan :
Jawaban : B. 1 dan 3
6.Manakah di antara langkah berikut yang tidak tepat dilakukan saat melakukan pembelajaran terdiferensiasi berbasis bahasa, dengan kondisi satu guru dengan peserta didik yang menggunakan bahasa yang berbeda?
A.Menyiapkan media yang mengakomodasi ragam bahasa
B.Menyampaikan bahwa guru akan menggunakan bahasa sesuai dengan bahasa yang dikuasai kelompok
C.Menyiapkan beberapa alternatif kegiatan sesuai tema yang sedang dipelajari.
D.Menggunakan bahasa yang seragam untuk seluruh peserta didik
Pembahasan :
Jawaban : D. Menggunakan bahasa yang seragam untuk seluruh peserta didik
7.Pendekatan transisi dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia tidak memerlukan proses penulisan bahasa daerah dalam aksara latin, sehingga cukup menggunakan aksara dalam bahasa daerah. Pernyataan tersebut adalah ...
A.Benar
B.Salah
Pembahasan :
Jawaban : B. Salah
8.Manakah di antara pernyataan berikut yang sesuai dengan pendekatan pembelajaran transisi bahasa daerah ke Bahasa Indonesia?
A.Kemampuan membaca kata dalam bahasa daerah dapat membantu peserta didik membaca kata bahasa Indonesia yang tersusun dari kombinasi huruf yang sama
B.Peserta didik perlu dikenalkan dengan huruf dan bunyi huruf terlebih dahulu sebelum mereka berlatih bahasa lisan
C.Keterampilan menulis dapat dilatihkan kepada peserta didik setelah mereka mampu membaca teks dalam Bahasa Indonesia
D.Peserta didik perlu diperkenalkan dengan semua huruf lebih dahulu untuk bisa belajar membaca di awal
Pembahasan :
Jawaban : A. Kemampuan membaca kata dalam bahasa daerah dapat membantu peserta didik membaca kata bahasa Indonesia yang tersusun dari kombinasi huruf yang sama
9.Untuk menjelaskan konsep tertentu, guru dapat menggunakan bahasa daerah untuk membantu peserta didik agar lebih mudah memahaminya.

Pernyataan tersebut adalah....
A.Benar
B.Salah
Pembahasan :
Jawaban : A. Benar
10.Guru dapat menenentukan konsep pembelajaran yang akan diajarkan kepada peserta didik menggunakan bahasa daerah berdasarkan tujuan pembelajaran.
A.Benar
B.Salah
Pembahasan :
Jawaban : A. Benar
11.Perhatikan langkah-langkah berikut.
  1. Merancang kegiatan pembelajaran.
  2. Mengembangkan media pembelajaran pendukung.
  3. Menentukan tujuan pembelajaran.
  4. Mempelajari Capaian Pembelajaran
  5. Menentukan konsep yang akan diajarkan menggunakan bahasa daerah.
Manakah urutan langkah berikut yang tepat dalam melakukan persiapan pembelajaran menggunakan bahasa daerah untuk menjelaskan konsep?
A.1, 2, 4, 5, 3
B.4, 3, 5, 1, 2
C.3, 1, 2, 4, 5
D.2, 3, 4, 5, 1
Pembahasan :
Jawaban : B. 4, 3, 5, 1, 2
12.Dalam contoh pembelajaran IPAS dengan Tema Perubahan Wujud Zat, bagaimana guru menggunakan bahasa daerah untuk mengenalkan konsep pecahan?
A.bahasa daerah digunakan hanya saat mengawali pembelajaran
B.bahasa daerah digunakan sepanjang pembelajaran berlangsung
C.bahasa daerah digunakan saat mengenalkan detail konsep perubahan wujud zat
D.bahasa daerah digunakan hanya saat mengakhiri pembelajaran
Pembahasan :
Jawaban : C. bahasa daerah digunakan saat mengenalkan detail konsep perubahan wujud zat
13.Dalam pembelajaran terdiferensiasi berbasis bahasa, guru dapat memberikan layanan pembelajaran sesuai dengan bahasa yang dikuasai oleh peserta didik di dalam kelas.

Pernyataan tersebut adalah....
A.Benar
B.Salah
Pembahasan :
Jawaban : A. Benar
14.Dalam suatu kelas terdapat dua kelompok peserta didik yang menggunakan bahasa yang berbeda. Saat sedang mendampingi satu kelompok, agar pembelajaran tetap terkelola dengan baik, apa yang dapat dilakukan guru kepada kelompok lain yang sedang tidak didampingi?
A.Meminta kelompok tersebut untuk membaca buku yang mereka sukai.
B.Meminta kelompok tersebut untuk mengerjakan tugas yang sama seperti kelompok yang sedang didampingi oleh guru.
C.Membiarkan kelompok tersebut melakukan kegiatan yang mereka inginkan, asal tidak mengganggu kelompok lainnya
D.Memberikan tugas yang dapat dilakukan secara mandiri atau berkelompok sesuai topik dan kemampuan peserta didik, misalnya permainan yang terkait pembelajaran, menggambar, dll
Pembahasan :
Jawaban : D. Memberikan tugas yang dapat dilakukan secara mandiri atau berkelompok sesuai topik dan kemampuan peserta didik, misalnya permainan yang terkait pembelajaran, menggambar, dll
15.Manakah pernyataan di bawah ini yang tidak termasuk dalam tahapan transisi dari bahasa daerah ke Bahasa Indonesia?
A.Pengembangan kemampuan bahasa lisan
B.Pengembangan kemampuan baca tulis
C.Pengembangan kemampuan pemahaman konsep
D.Pengembangan kemampuan berbahasa Indonesia
Pembahasan :
Jawaban : C. Pengembangan kemampuan pemahaman konsep
16.Manakah di antara kegiatan berikut ini yang bisa dilakukan untuk melatih keterampilan bahasa lisan peserta didik?
  1. membaca buku cerita berjenjang dan buku ramah cerna
  2. bermain kartu kata untuk membentuk kalimat
  3. bercerita tentang diri sendiri: pengalaman, kegiatan sehari-hari, atau benda kesukaan
  4. menggunakan realia atau poster bergambar untuk berlatih mendeskripsikan benda atau peristiwa
  5. menggunakan kartu huruf untuk belajar membaca suku kata bermain kartu suku kata untuk membentuk kata
A.1, 2
B.2, 5
C.3, 4
D.5, 6
Pembahasan :
Jawaban : C. 3, 4
17.  Dalam pembelajaran terdiferensiasi saat guru mendampingi suatu kelompok, guru perlu perlu memastikan kelompok peserta didik lain melakukan kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan secara mandiri, misalnya melalui permainan edukatif. Pernyataan tersebut adalah ... j: A
18.  Manakah di antara langkah berikut yang tepat dilakukan saat guru melibatkan relawan untuk memfasilitasi peserta didik di kelas yang menggunakan bahasa yang beragam? j: C

Demikian Jawaban Post Test Modul 2 Penggunaan Bahasa Daerah dalam Pembelajaran di Kelas Awal. Semoga bermanfaat

Jawaban Post Test Modul 1 Menyiapkan Pembelajaran Menggunakan Bahasa Daerah di Kelas Awal


Banyak peserta didik yang masuk sekeladasar, belum mengasai bahasa Indonesia, sehingga mereka mengalami kesulitan minikutik pembelajaran. Bagi banyak peserta didik bahasa daerah merupakan bahasa Ibu atau bahasa yang paling dominan mereka kuasa. Data BPS tahun 2021 menunjukkan bahwa 73% penduduk usia 5 tahun ke atas, masih dominan menggunakan bahasa Daerah dalam kegiatan sehari-hari. Nah, salah satu selusi bagi peserta didik yang mengalami ke sulitan dalam bahasa seperti ini adalah menggunakan bahasa Ibu atau bahasa Daerah mereka dalam pembelajaran.

Hasil riset di banyak negara termasuk di Indonesia, menunjukkan bahwa penggunahan bahasa Daerah dapat memperbaiki capaian belajar peserta didik serta membantu mereka beralih atau bertransisi ke pembelajaran dalam bahasa Indonesia. 
Kleas Awal
Bahasa Daerah dapat digunakan sebagai bahasa pengantar di kelas awal untuk mendukung pembelajaran, sesuai dengan Perpres NOMOR 63 tahun 2019 tentang penggunaan bahasa Indonesia. Guru juga dapat melakukan peralihan atau transisi dari bahasa Daerah ke bahasa Indonesia, ketika anak sudah siap, sebagai mana di atur dalam Permendikbudristek NOMOR 63 tahun 2022 tentang standar proses. Beberapa prinsip yang menjalaskan peran dan pentingnya penggunahan bahasa Daerah dalam pembelajaran adalah sebagai berikut.
  1. Prinsip pertama, anak belajar paling efektif dengan menggunakan bahasa yang paling dikuasanya, dengan menggunakan bahasa yang paling mereka kenali, akan membantu mereka untuk berkomunikasi dan memahami informasi.
  2. Prinsip kedua, bila peserta didik sudah cukup mampu belajar dalam bahasa Indonesia, namun terkadang mereka kesulitan memahami konsep konsep tertentu, misalnya dalam pembelajaran IPAS dan matematika, guru dapat menggunakan bahasa Daerah sebagai media untuk menjalaskan konsep tersebut.
  3. Prinsip ketiga, penggunahan bahasa Daerah meningkatkan kepercayaan diri anak dan membantu meletakan dasar-dasar pembelajaran yang kuat.
  4. Prinsip keempat, anak belajar dengan kecepatannya sendiri, akan lebih efektif dalam kelompok bahasa dan tingkat penguasan bahasa yang sama.
  5. Prinsip ke lima, penggunaan bahasa Daerah dalam proses pembelajaran bukanlah tujuan akhir. Peserta didik secara bertahap beralih atau bertransisi ke bahasa Indonesia agar mereka siap mengikuti pembelajaran. 
  6. Prensip ke enam, bila semua peserta didik sudah cukup mengwasai bahasa Indonesia, seluruh proses pembelajaran dapat menggunakan bahasa Indonesia.

Peserta didik mulai dari belajar dalam bahasa Daerah mereka secara lisan dan tulisan. Melalui pembelajaran transisi bahasa ini, peserta didik belajar dekoding atau merangkai/mengurai huruf berdasarkan konteks yang digunakan dalam kehidupan sehari hari untuk membantu mereka belajar secara bermakna. Silahkan kunjungi id88 untuk informasi selanjutnya.

Ketika peserta didik sudah memiliki bekal kemampuan berbahasa secara memadai, guru dapat melakukan transisi ke dalam bahasa Indonesia, menggunakan pengetahuan dan ketrampilan baca tulis yang mereka peroleh dalam bahasa Daerah. Lalu, bagaimana guru menentukan bahasa yang digunakan dalam pembelajaran? Ini dapat dilakukan dengan mengidentifikasi kemampuan bahasa anak, ketika mereka didaftarkan ke sekolah, sertah melalui percakapan sederhana di awal masuk sekolah.

Semua prinsip ini dikemparkan di dalam diagram proses transisi dari bahasa Daerah ke bahasa Indonesia di kelas awal. Proporsi penggunaan bahasa Daerah dan bahasa Indonesia dapat fleksible diterapkan sesuai kemampuan peserta didik. Semakin tinggi kelas, proporsi bahasa Daerah semakin berkurang dan banyak penggunaan bahasa Indonesia.

Pendatan yang dilakukan mulai 2017-2018 dari 40 siswa kelas satu, ada sekitar 75-90% masih menggunakan bahasa Daerah. Di awal saat pembelajaran menggunakan bahasa Indonesia, ternyata anak-anak kesulitan mengikuti pembelajaran bahkan sampai saat mereka duduk di kelas dua dan kelas tiga untuk membaca kata saja itu masih mengeja. 

Kemudian pada 2021-2002 kami mulai menerapkan pembelajaran bahasa Daerah atau bahasa Nage untuk anak-anak yang belum bisa berbahasa Indonesia. Hasilnya dalam satu dua bulan, murid kelas satu sudah bisa membaca, bahkan di akhir semesternya satu mereka sudah mampu memahami bacaan.

Peserta didik di kelas awal akan lebih mudah berkomunikasi menggunakan bahasa yang digunakan sehari-hari. Persoalan bahasa dapat menyebabkan peserta didik mengikuti pembelajaran di kelas karena kurang memahami penjelasan guru. Untuk itu guru perlu merancang pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan bahasa peserta didik. 

Sekolah dapat memetakan kemampuan bahasa peserta didik saat wali murid mendaftar ke sekolah. Untuk guru kelas 2 dan 3 guru dapat berdiskusi bersama guru kelas 1 untuk mengetahui kemampuan berbahasa peserta didik. Pada pertemuan minggu pertama guru dapat melakukan konfirmasi kemampuan berbahasa peserta didik yang diperoleh saat pendaftaran, melalui percakapan informal saat jam istirahat.

Buka percakapan tentang kegiatan peserta didik sehari-hari menggunakan bahasa daerah seperti , makanan kesukaan, dan lain-lain. Kegiatan lain yang dapat dilakukan meminta peserta didik bercerita menggunakan poster, benda konkret, atau berbagai pengalaman.

Ketika pemetaan selesai dilakukan guru dapat melihat berapa banyak peserta didik yang masih dominan menggunakan bahasa daerah atau sudah lancar menggunakan bahasa Indonesia. Gunakan informasi tersebut untuk menentukan pendekatan pembelajaran di kelas. 

A. Pembelajaran Menggunakan Bahasa Daerah untuk Peserta Didik yang Belum Menguasai Bahasa Indonesia
Latihan Pemahaman
Salah satu prinsip dalam pembelajaran menggunakan bahasa ibu adalah "anak belajar paling efektif dengan menggunakan bahasa yang paling dikuasainya". Pernyataan di atas adalah…
Jawaban : benar
Cerita Reflektif
Selama ini, bagaimana penerapan pembelajaran di dalam kelas apabila terdapat peserta didik yang belum mampu menguasai bahasa Indonesia dengan baik?
Peserta didik mulai dari belajar dalam bahasa Daerah mereka secara lisan dan tulisan. Ketika peserta didik sudah memiliki bekal kemampuan berbahasa secara memadai, guru dapat melakukan transisi ke dalam bahasa Indonesia
B. Pemetaan Kemampuan Bahasa di Kelas Awal
Latihan pemahaman
Pemetaan kemampuan bahasa peserta didik dilakukan melalui serangkaian tes tulis formal. Pernyataan di atas adalah…
Jawaban : Salah
Cerita Reflektif
Saat bersekolah dulu, pernahkah Ibu dan Bapak merasa gugup atau takut saat bahasa pengantar yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran berbeda dengan bahasa yang Ibu dan Bapak kuasai? Mengapa?
Pernah, bahasa yang digunakan guru adalah bahasa Indonesia, sementara sehari-hari di rumah saya menggunakan bahasa daerah
Soal Post Test
1.Anak akan lebih mudah belajar dengan menggunakan bahasa ibu yang paling mereka kuasai. Pernyataan tersebut adalah ...
A.Benar
B.Salah
Pembahasan :
Jawaban : A. Benar
2.Manakah di antara pernyataan berikut yang merupakan manfaat psikologis penggunaan bahasa daerah dalam pembelajaran?
A.Peserta didik yang mulai belajar dengan bahasa yang mereka kenali akan lebih percaya diri dan proaktif dalam pembelajaran.
B.Penggunaan bahasa daerah berkontribusi terhadap pelestarian bahasa dan budaya.
C.Konsep baru akan lebih mudah dipahami saat disampaikan menggunakan bahasa pengantar yang diakrabi
D.Penggunaan bahasa daerah menumbuhkan sikap menghargai dan menghormati keberagaman
Pembahasan :
Jawaban : A. Peserta didik yang mulai belajar dengan bahasa yang mereka kenali akan lebih percaya diri dan proaktif dalam pembelajaran.
3.Manakah di antara pernyataan berikut yang bukan merupakan prinsip penggunaan bahasa daerah dalam pembelajaran?
A.Anak belajar dengan kecepatannya sendiri dan lebih efektif dalam kelompok bahasa dan tingkat penguasaan bahasa yang sama
B.Penggunaan bahasa yang dikuasai anak meningkatkan kepercayaan diri dan meletakkan dasar-dasar pembelajaran yang kuat.
C.Peserta didik secara bertahap beralih ke bahasa Indonesia agar mereka siap mengikuti pembelajaran
D.Anak akan lebih mudah belajar dalam bahasa yang dikuasai oleh anak - anak lain pada umumnya
Pembahasan :
Jawaban : D. Anak akan lebih mudah belajar dalam bahasa yang dikuasai oleh anak - anak lain pada umumnya
4.Pemetaan kemampuan bahasa bagi peserta didik di kelas awal perlu dilakukan untuk merencanakan pembelajaran yang tepat. Pernyataan tersebut adalah ...
A.Benar
B.Salah
Pembahasan :
Jawaban : A. Benar
5.Bagaimanakah urutan melakukan pemetaan bahasa yang paling tepat?
  1. Meminta anak untuk bercerita tentang suatu topik yang diakrabi dalam bahasa daerah yang dikenal.
  2. Berkenalan dengan anak (bila belum saling kenal).
  3. Mengajak anak bercakap-cakap di tempat yang nyaman.
  4. Memberikan pertanyaan yang lebih detail tentang topik yang dibicarakan dalam Bahasa Indonesia.
A.1-2-3-4
B.3-2-1-4
C.3-2-4-1
D.2-3-4-1
Pembahasan :
Jawaban : B. 3-2-1-4
6.Manakah di antara kegiatan berikut yang dapat dilakukan untuk memetakan kemampuan bahasa peserta didik?
A.Meminta peserta didik mengikuti ulangan harian.
B.Meminta peserta didik menuliskan deskripsi suatu benda
C.Meminta peserta didik menceritakan kegiatan sehari-hari secara lisan
D.Meminta peserta didik menulis sebuah karangan tentang pengalaman mereka.
Pembahasan :
Jawaban : C. Meminta peserta didik menceritakan kegiatan sehari-hari secara lisan
7.Manakah di antara pernyataan berikut yang merupakan manfaat pedagogik penggunaan bahasa daerah dalam pembelajaran?
A.Peserta didik yang mulai belajar dengan bahasa yang mereka kenali akan lebih percaya diri dan proaktif dalam pembelajaran
B.Penggunaan bahasa daerah berkontribusi terhadap pelestarian bahasa dan budaya.
C.Konsep baru akan lebih mudah dipahami saat disampaikan menggunakan bahasa pengantar yang diakrabi.
D.Penggunaan bahasa daerah menumbuhkan sikap menghargai dan menghormati keberagaman
Pembahasan :
Jawaban : C. Konsep baru akan lebih mudah dipahami saat disampaikan menggunakan bahasa pengantar yang diakrabi.
8.Mengapa guru perlu mengetahui kemampuan bahasa yang dikuasai peserta didik sebelum belajar di dalam kelas?
A.agar guru dapat merancang pembelajaran sesuai dengan kemampuan bahasa peserta didik
B.agar guru dapat mengajarkan materi pembelajaran dengan tepat sesuai dengan kurikulum
C.agar guru dapat memberikan nilai yang sesuai perkembangan kemampuan belajar peserta didik
D.agar guru dapat mengukur capaian hasil belajar peserta didik
Pembahasan :
Jawaban : A. agar guru dapat merancang pembelajaran sesuai dengan kemampuan bahasa peserta didik
9.Manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat melatarbelakangi penggunaan bahasa daerah dalam pembelajaran bagi peserta didik di kelas awal?
  1. Bagi kebanyakan peserta didik, bahasa daerah merupakan bahasa yang paling dominan mereka kuasai.
  2. Data BPS menunjukan bahwa mayoritas penduduk di atas 5 tahun masih dominan menggunakan bahasa daerah.
  3. Terbatasnya ketersediaan bahan bacaan yang sesuai kebutuhan belajar peserta didik. 
  4. Banyak peserta didik yang masuk sekolah dasar belum menguasai bahasa Indonesia. 
  5. Terbatasnya akses informasi di sekitar lingkungan tempat tinggal peserta didik. 
  6. Anak lebih mudah belajar dalam bahasa yang dikuasai oleh anak-anak lain pada umumnya.
A.3, 4, 6
B.1, 2, 6
C.1, 2, 4
D.4, 5, 6
Pembahasan :
Jawaban : C. 1, 2, 4
10.Manakah bentuk pertanyaan yang tepat saat melakukan pemetaan kemampuan bahasa bagi kelas awal?
A.Coba ceritakan kegiatanmu saat di hari minggu!
B.Berapa jumlah 5 + 3?
C.Bacalah kalimat berikut ini!
D.Mengapa es bila diletakan di tempat terbuka bisa mencair?
Pembahasan :
Jawaban : A. Coba ceritakan kegiatanmu saat di hari minggu!

11.  Penggunaan bahasa daerah dapat membantu peserta didik beralih ke pembelajaran dalam Bahasa Indonesia. Pernyataan tersebut adalah ... j: A

12.  Hasil riset di banyak negara menunjukan bahwa penggunaan bahasa daerah yang merupakan bahasa ibu peserta didik dalam pembelajaran dapat membantu memperbaiki capaian belajar peserta didik. Pernyataan tersebut adalah ... j: A

13.  Manakah di antara pernyataan berikut yang merupakan manfaat kultural penggunaan bahasa daerah dalam pembelajaran? j: B

14.  Manakah topik pertanyaan yang kurang tepat saat melakukan pemetaan kemampuan bahasa? j: D


Demikian Jawaban Post Test Modul 1 Menyiapkan Pembelajaran Menggunakan Bahasa Daerah di Kelas Awal. Semoga bermanfaat.
Back To Top