Pembelajaran dan asesmen numerasi pada tahap berkembang ditandai oleh upaya awal guru untuk mengenalkan dan mengaitkan konsep numerasi dengan konteks nyata, meski belum terstruktur secara mendalam. Dalam pembelajaran, guru mulai menggunakan contoh sehari-hari seperti berbelanja atau mengukur waktu, namun strateginya masih sederhana dan sering bergantung pada bahan ajar yang tersedia. Asesmen yang dilakukan masih cenderung konvensional, seperti latihan soal tertulis yang menekankan prosedur, dengan sedikit variasi bentuk penilaian.
Pada tahap ini, guru sudah menunjukkan kesadaran akan pentingnya mengukur pemahaman siswa, tetapi analisis hasil asesmen baru sebatas identifikasi benar-salah, belum sampai pada evaluasi proses berpikir atau miskonsepsi yang mendasarinya. Umpan balik yang diberikan juga lebih berfokus pada jawaban akhir daripada menggali penalaran. Tahap berkembang adalah fondasi penting di mana dukungan berupa pelatihan, contoh praktik baik, dan refleksi kolektif dapat membantu guru memperkaya repertoar strategi pembelajaran serta mengembangkan asesmen yang lebih autentik dan informatif untuk memandu siswa membangun kompetensi numerasi yang lebih kuat.
1. Praktik Pembelajaran dan Asesmen Numerasi tahap berkembang
- Sebagai guru yang ingin menguatkan kemampuan numerasi, kita dapat mengidentifikasi konten numerasi dalam materi mata pelajaran yang kita ampu. Setelah itu, kita tidak perlu menindaklanjuti untuk diintegrasikan dalam rancangan pembelajaran kita. Pernyataan di atas adalah. j: B. Salah
- Sebagai pendidik, kita dapat menguatkan kemampuan numerasi pada aspek asesmen. Dimulai dari menentukan satu strategi penyelesaian dan jawaban peserta didik yang sesuai dengan permasalahan numerasi. Pernyataan di atas adalah... j: A. Benar
1 hal yang saya akan lakukan untuk meningkatkan pembelajaran numerasi di kelas saya adalah.. j: Saya akan memulai setiap pelajaran dengan "Pertanyaan Numerasi Dunia Nyata" singkat yang relevan dengan kehidupan siswa (misal: "Jika kita bagi 10 kue untuk 4 orang, bagaimana caranya?"), kemudian mendiskusikan berbagai strategi solusi yang mereka ajukan untuk membangun pemahaman konseptual dan penalaran fleksibel.
2. Lingkungan kaya numerasi Tahap Berkembang
- Lingkungan belajar kaya numerasi dapat ditemukan di mana-mana. Kita tidak perlu memasang poster berisi grafik, peta, skala, dsb. Pernyataan di atas adalah... j: B.salah
Untuk meningkatkan lingkungan kaya numerasi di satuan pendidikan, satu hal yang harus saya lanjutkan adalah....... j: Satu hal yang harus saya lanjutkan adalah memajang dan secara rutin merujuk pada papan data (data wall) sekolah yang menampilkan informasi kuantitatif terkini (seperti statistik partisipasi siswa atau cuaca), sehingga numerasi menjadi bagian alami dari percakapan dan pengambilan keputusan bersama di komunitas sekolah.
3. Jawaban Post Test:
- Aktivitas berikut untuk menguatkan kompetensi numerasi guru adalah... j: D
- Apa yang dilakukan seorang guru jika melihat muridnya kesulitan memecahkan soal numerasi? j: C
- Lingkungan belajar numerasi adalah lingkungan yang memberikan kesempatan peserta didik mengembangkan keterampilan…, kecuali j: B
- Aktivitas yang dapat menguatkan lingkungan belajar numerasi pada guru tahap berkembang, kecuali: j: D
- Perencanaan pembelajaran numerasi harus menggunakan tahapan proses tidak langsung memberikan jawaban kepada murid. Penyataan di atas adalah... j: A. Benar
- Jumlah biaya perjalanan yang diperlukan oleh Desi untuk menuju kota Banyuwangi lebih sedikit jika menggunakan bis dibandingkan pesawat. Akhirnya Desi memutuskan untuk menggunakan bis saja. Praktik di atas, adalah bukti bahwa numerasi digunakan dalam konteks... j: C
Demikian Jawaban Post Test Modul 3 Pembelajaran dan Asesmen Numerasi Tahap Berkembang. Semoga bermanfaat.
Labels:
jawaban post test
Terima kasih telah membaca Jawaban Post Test Modul 3 Pembelajaran dan Asesmen Numerasi Tahap Berkembang. Silahkan bagikan...!


0 Komentar untuk "Jawaban Post Test Modul 3 Pembelajaran dan Asesmen Numerasi Tahap Berkembang"
Komentarlah dengan bijak dan bermanfaat