Membangun fondasi di SD kelas awal adalah membangun 6 kemampuan utama: nilai agama & budi pekerti, keterampilan sosial & bahasa, kematangan emosi, kematangan kognitif (literasi & numerasi dasar), motorik & perawatan diri, serta pemaknaan belajar yang positif, melalui pembelajaran berdiferensiasi yang menyenangkan, terintegrasi antar-mata pelajaran (Pancasila & Bahasa Indonesia), memanfaatkan asesmen awal, dan berkolaborasi antar-guru agar sesuai kebutuhan anak, fokus pada proses bukan sekadar calistung, serta melibatkan permainan dan kegiatan kreatif.
Strategi Membangun Kemampuan Fondasi:
1. Kenali Kebutuhan Anak (Asesmen Awal):
- Gunakan asesmen awal tanpa tekanan untuk mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan pada setiap murid, seperti kesulitan memahami instruksi lisan.
2. Rancang Pembelajaran Menyenangkan & Bermakna:
- Integrasikan Mata Pelajaran: Gabungkan tujuan pembelajaran ke dalam aktivitas sehari-hari, contohnya menyusun puzzle Garuda Pancasila sambil belajar simbol Pancasila (Pancasila & Bahasa Indonesia).
- Permainan & Aktivitas Kreatif: Gunakan permainan (puzzle, rintangan) untuk melatih motorik, kognitif, dan sosial, serta membuat belajar terasa positif dan memotivasi.
- Bukan Hanya Calistung: Hindari mensyaratkan anak sudah bisa membaca, menulis, berhitung (calistung) di awal, fokus pada pengembangan fondasi melalui kegiatan yang lebih luas.
3. Fokus pada 6 Kemampuan Fondasi:
- Nilai Agama & Budi Pekerti: Tanamkan toleransi dan empati sejak dini.
- Keterampilan Sosial & Bahasa: Latih interaksi, empati, dan komunikasi melalui kegiatan kelompok.
- Kematangan Emosi: Ciptakan ruang aman, bangun budaya anti-perundungan, latih guru responsif.
- Kematangan Kognitif: Kembangkan dasar literasi, numerasi, berpikir, dan memahami informasi melalui bernyanyi, berhitung, identifikasi bentuk.
- Motorik & Perawatan Diri: Latih kemandirian dan keterampilan fisik melalui aktivitas fisik dan perawatan diri.
- Pemaknaan Belajar Positif: Buat anak merasa belajar itu menyenangkan, bermanfaat, ingin tahu, dan berani mencoba lagi.
4. Keterampilan Guru:
- Pahami konsep fondasi secara holistik.
- Rancang asesmen dan pembelajaran observasi.
- Gunakan modul ajar yang fleksibel dan kolaborasi antar-guru untuk berbagi ide.
5. Refleksi:
- Akhiri pembelajaran dengan refleksi perasaan dan pembelajaran untuk data perbaikan modul ajar berikutnya.
Dengan pendekatan ini, pembelajaran kelas awal menjadi fondasi kuat untuk pendidikan selanjutnya, tidak hanya fokus pada materi, tetapi pada pengembangan kompetensi menyeluruh anak.
Latihan: Pentingnya kemampuan fondasi bagi anak
Jika terdapat murid yang masih perlu berproses kemampuan fondasinya, apa yang sebaiknya dilakukan guru SD kelas awal? jawab: B
Latihan: Bagaimana cara merancang pembelajaran di SD yang dapat membangun kemampuan fondasi?
Pada mata pelajaran apa saja kemampuan fondasi dapat dibangun di kelas 1? jawab D
Jawaban Post Test:
- Dari hasil pengamatan Anda, masih banyak murid yang kesulitan untuk menjalankan kesepakatan kelas. Beberapa hal ini dapat Anda lakukan selama berkegiatan di kelas untuk menguatkan kemampuan fondasi anak, kecuali... jawab: D
- Mana yang bukan langkah untuk membangun kemampuan fondasi melalui pembelajaran? jawab: D
- Manakah pernyataan yang tepat? jawab: D
- Kematangan emosi yang cukup untuk berkegiatan di lingkungan belajar' dapat dibina melalui mata pelajaran ... jawab: D
- Mana yang bukan merupakan kemampuan fondasi? jawab: D
Labels:
jawaban post test
Terima kasih telah membaca Jawaban Post Test Modul 3 Bagaimana membangun kemampuan fondasi melalui pembelajaran di SD kelas awal?. Silahkan bagikan...!


0 Komentar untuk "Jawaban Post Test Modul 3 Bagaimana membangun kemampuan fondasi melalui pembelajaran di SD kelas awal?"
Komentarlah dengan bijak dan bermanfaat