-->

Kreatif, Terampil dan Religius

sdn 3 marowo

Jawaban Post Test Modul 3 : Bagaimana membangun kemampuan literasi numerasi secara bertahap sejak PAUD hingga SD?

Membangun kemampuan literasi numerasi sejak PAUD hingga SD Fase A (Kelas 1-2) memerlukan pendekatan berjenjang yang konkret dan bermakna. Pada PAUD, fokus pada pengenalan konsep melalui pengalaman sensorik dan bermain, seperti menghitung mainan, menyortir benda berdasarkan ciri, serta mengenal pola dan bentuk dalam aktivitas sehari-hari.

Naik ke SD Fase A, konsep itu dikukuhkan dengan menghubungkan benda nyata dengan simbol matematika. Mulai perkenalkan penjumlahan/pengurangan sederhana menggunakan cerita atau masalah kontekstual (misal: membagikan kue), pengukuran non-standar (langkah, jengkal), serta pengenalan data melalui gambar atau tabel sederhana. Kuncinya adalah menjaga proses belajar tetap menyenangkan, relevan dengan kehidupan anak, dan menghindari tekanan hafalan. Dengan fondasi yang kuat dari tahap bermain, anak akan membangun pemahaman numerasi yang lebih abstrak secara alami dan penuh percaya diri.

Latihan: Miskonsepsi Literasi dan Numerasi
  1. Dari pernyataan berikut, manakah yang termasuk miskonsepsi literasi Anak Usia Dini ? jawab: C
  2. Manakah dari pernyataan berikut yang bukan termasuk miskonsepsi numerasi Anak Usia Dini ? jawab: D
Latihan: Lingkup Literasi
  1. Ketika anak mendengar sebuah kata, memerhatikan mimik dan gestur lawan bicara, menandakan bahwa anak sedang menggunakan kemampuan bahasa ? ajwab: B
  2. Kemampuan anak dalam memahami dunia sekitarnya, termasuk komponen literasi ..... jawab: D
  3. Cakupan literasi yang paling banyak dilakukan di PAUD dan SD adalah keaksaraan, apa yang dimaksud dengan keaksaraan ? jawab: A
Latihan: Membangun Literasi secara Bertahap
  1. Langkah pertama yang perlu dilakukan guru dalam merancang pembelajaran penguatan literasi Anak Usia Dini adalah ... jawab: B
  2. Sesuai dengan tema pembelajaran "Hobiku" di term ke-2, Bapak Yudi meminta anak-anak kelas 1A untuk membawa benda-benda terkait hobi mereka dan menceritakanya kepada teman-teman di kelas. Dua cakupan literasi manakah yang ingin dibangun oleh Bapak Yudi melalui kegiatan ini? jawab: D
  3. Ibu Linda menyediakan beberapa mainan kesukaan anak-anak di kelas. ibu Linda meminta anak-anak untuk menyebutkan namanya dan mengajak mereka mengeja lalu membimbing untuk menulis pada kertas yang sudah disediakan. Dua cakupan literasi yang ingin dikembangkan oleh Ibu Linda secara bertahap adalah ... jawab: A
Latihan: Lingkup Numerasi
  1. Numerasi tidak hanya sebatas operasi bilangan dan rumus. Dimanakah dari pernyataan berikut yang tidak termasuk kegunaan dari pengembangan kemampuan numerasi dalam kehidupan kita? jawab B
  2. Mengapa penting untuk peserta didik memiliki kesadaran bilangan? jawab D
  3. Ibu Rita mengajak peserta didik di kelasnya untuk mengumpulkan bunga-bunga yang berjatuhan di halaman sekolah. Setelah itu Ibu Rita mengajak anak mendeskripsikan bunga berdasarkan warnanya. Lalu peserta didik mengelompokkan bunga tersebut berdasarkan warna. Bu Rita menanyakan berapa jumlah bunga di setiap kelompok warna. Setelahnya, peserta didik dapat menempel bunga-bunga tersebut membentuk suatu benda/ objek. Dari kegiatan ini, kemampuan numerasi apa saja yang dibangun? jawab: C
Latihan: Membangun Numerasi secara Bertahap
  1. Menyortir dan menggolongkan benda berdasarkan satu atau lebih atribut / ciri tertentu, dan menghitung ada berapa benda sesuai dengan masing-masing kategori kemudian mengumpulkan dan mengelompokkan data untuk menjawab pertanyaan (contoh pertanyaan misalnya, "Apa cemilan favoritmu?"). Hal ini merupakan contoh dari cara membangun kemampuan...... jawab: D
  2.  Kemampuan spasial, dimulai dari kemampuan menentukan jalur yang perlu dilalui untuk mencapai sebuah benda pada gambar, dilanjutkan dengan menyebutkan posisi dari benda yang dilihat terhadap benda lain (atas, bawah, belakang, samping, depan), dan kemudian membedakan kiri dan kanan termasuk ke dalam kompone mengenalkan? Jawab: C
Jawaban Post Test:
1. Guru Ani mengetahi bahwa kemampuan literasi numerasi perlu dikembangkan sejak anak usia dini. Guru Ani cukup mengajarkan bilangan yang sederhana dan bentuk untuk mengembangkan kemampuan numerasi. Apakah yang dilakukan Bu Guru Ani sudah cukup mengoptimalkan kemampuan numerasi muridnya? 
Jawaban: C. (Sudah, sebab mengembangkan kemampuan literasi lebih penting daripada numerasi untuk anak usia dini

2. Apakah yang perlu dilakukan guru PAUD dan SD Awal untuk membantu perkembangan literasi murid sehingga tidak terjebak pada miskonsepsi? 
Jawaban: C. (Menguatkan kemampuan berkomunikasi melalui kegiatan bercakap-cakap, bermain dan bersosialisasi.

3. Melalui observasi, terlihat profil seorang peserta didik sebagai berikut:
1. Anak dapat , menjawab pertanyaan menyebutkan nama benda yang ditunjukkan melalui gambar.
2. Anak tidak tertarik dengan buku, namun terlihat antusias saat dibacakan buku.
3. Anak cenderung mengulang-ulang kata yang baru didengar
Berdasarkan profil peserta didik di atas, komponen literasi apa yang sudah dimililiki peserta didik tersebut? 
Jawaban: B. (Kemampuan bentuk dan kosa kata)

4. Sesuai asesmen awal pembelajaran yang dilakukan di kelasnya melalui kegiatan membaca lantang. Pak Ali berfokus pada kemampuan menyimak dan mengolah informasi secara lisan. Pak Ali mengidentifikasi 2 kelompok murid berdasarkan level membacanya yaitu: Kelompok A: merespon dan mengungkapkan ide mengenai peristiwa sehari-hari. Mereka masih belum mampu mengenali huruf dan bunyinya. Kelompok B: Mereka mulai menunjukkan ketertarikan pada buku, menanyakan arti kata yang baru dikenalnya serta mengenali beberapa huruf. Mereka juga sudah mampu menangkap isi cerita, informasi dari hasil menyimak cerita yang dibacakan. Komponen literasi apa saja yang Pak Ali perioritaskan untuk mengembangkan literasi murid dalam kelompok A secara bertahap. 
Jawaban: B. (Kosakata)

5. Dari hasil observasi Bu Lisa terhadap peserta didik di kelasnya sebagian besar dari mereka senang melakukan kegiatan di luar kelas. Melihat ini, Bu Lisa menggunakan kegiatan di lapangan untuk mengembangkan kemampuan numerasi peserta didiknya. Bu Lisa melakukan dua kegiatan inti: Kegiatan 1: Peserta didik diminta membuat kelompok yang terdiri dari 6 anak. Setelah berkelomok peserta didik membentuk barisan dan secara bergantian menyebutkan bilangan secara urut dari 1. Setiap satu kelompok sudah selesai berhitung, Bu Lisa menanyakan ada berapa jumlah anak setiap kelompok. Kelompok 2: Peserta didik diminta membuat kelompok berdasarkan bulan ulang tahun mereka (peserta didik yang lahir di bulan Januari akan membentuk satu kelompok, yang lahir di bulan Februari akan membentuk satu kelompok dan seterusnya). Setelah semua selesai membentuk kelompok berdasarkan bulan, peserta didik diminta melihat semua kelompok yang sudah terbentuk. Tanpa perlu menghitung. Bu Lisa menanyakan bulan apa yang memliliki paling banyak kelompok. Dari kegiatan 1, kemampuan numerasi apa yang dikembangkan? 
Jawaban: D.( Bilangan-mengetahui cara menampilkan bilangan dan hubungan antar bilangan.

6. Berikut merupakan kalimat yang dapat membentuk anak menghubungkan informasi ialah, sebagai berikut kecuali: Jawaban: D ( “wah kamu pintar yaa”)

Demikian pembahasan Modul 3 : Bagaimana membangun kemampuan literasi numerasi secara bertahap sejak PAUD hingga SD?. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Labels: jawaban post test

Terima kasih telah membaca Jawaban Post Test Modul 3 : Bagaimana membangun kemampuan literasi numerasi secara bertahap sejak PAUD hingga SD?. Silahkan bagikan...!

0 Komentar untuk "Jawaban Post Test Modul 3 : Bagaimana membangun kemampuan literasi numerasi secara bertahap sejak PAUD hingga SD?"

Komentarlah dengan bijak dan bermanfaat

Back To Top