Pengetahuan profesional numerasi pada tahap Layak menggambarkan tingkat kompetensi di mana guru telah memiliki pemahaman konseptual yang memadai tentang numerasi dan mampu menerapkannya dalam perencanaan serta pelaksanaan pembelajaran dengan cukup terstruktur. Pendidik pada tahap ini tidak hanya menguasai materi numerasi dasar, tetapi juga dapat mengidentifikasi kaitan antara konsep matematika dengan konteks kehidupan sehari-hari, serta merancang aktivitas yang memungkinkan siswa berlatih menerapkan keterampilan tersebut. Mereka sudah menggunakan berbagai representasi (seperti gambar, tabel, atau benda konkret) untuk menjelaskan ide numerik, dan mulai mengenali pola kesulitan belajar siswa yang umum terjadi.
Meski demikian, inovasi dan adaptasi strategi mungkin masih terbatas pada kerangka kurikulum yang ada. Guru tahap Layak dapat bekerja secara mandiri dan memberikan umpan balik yang tepat pada siswa, tetapi pengintegrasian numerasi lintas mata pelajaran atau pendekatan berbasis masalah kompleks mungkin belum sepenuhnya berkembang. Tahap ini menjadi fondasi penting untuk menuju tahap Cakap, di mana guru lebih luwes, kreatif, dan reflektif dalam mengembangkan lingkungan belajar numerasi yang kaya dan berdiferensiasi.
- Berikut ini merupakan konteks yang tidak terdapat pada numerasi adalah… j: D
Setelah mempelajari materi ini, saya baru tahu kalau... j: pentingnya numerasi melampaui pelajaran matematika formal
- Salah satu cara mengetahui pengalaman numerasi peserta didik adalah dengan bertanya. Kapan guru dapat melakukan hal ini? j: D
- Dengan guru menyadari hubungan antara topik matematika dan mata pelajaran lain sebagai konteks, maka guru tersebut sudah mulai untuk menyadari bahwa numerasi itu lintas mata pelajaran. Pernyatan di atas adalah... A. Benar
Saya baru sadar, ternyata ............... (sebutkan materi pelajaran/pengalaman hidup Ibu dan Bapak yang berkaitan dengan numerasi) itu merupakan konten numerasi. j: Saya baru sadar, ternyata membaca not balok dalam pelajaran musik itu merupakan konten numerasi, karena melibatkan pengenalan pola, penghitungan ketukan, pemahaman nilai pecahan (not penuh, setengah, seperempat), dan koordinasi waktu secara matematis.
3. Jawaban Post Test:
- Saat guru bertemu murid di kantin dan ingin mengetahui kemampuan numerasinya, beberapa pertanyaan ini dapat diajukan, kecuali.... j: D
- Setelah guru mendapatkan informasi mengenai pengalaman dan aktivitas numerasi peserta didik, langkah selanjutnya yang dapat ia lakukan adalah... j: B
- Salah satu latihan rutin yang dapat guru lakukan untuk meningkatkan pengetahuan profesional numerasi mereka adalah: j: A
- Pak Yanto adalah guru biologi. Ia sadar bahwa pengetahuan profesional numerasinya perlu dikembangkan karena ada beberapa konsep yang masih membuatnya bingung. Langkah pertama yang dapat Pak Yanto lakukan adalah: D
- Manakah pernyataan yang tepat mengenai kompetensi numerasi yang harus dimiliki guru? j: A
- Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini. 1. Transaksi pembayaran belanja online saat menerapkan diskon. 2. Menimbang bahan-bahan dan mengatur pengatur waktu di oven saat memasak. 3. Memainkan permainan seperti Monopoli dan Puzzles 4. Menghitung risiko, manfaat dan biaya resep obat. Manakah yang termasuk contoh numerasi di kehidupan sehari-hari? j: D
Demikian Jawaban Post Test Modul 2 Pengetahuan Profesional Numerasi tahap layak. Semoga bermanfaat.
Labels:
jawaban post test
Terima kasih telah membaca Jawaban Post Test Modul 2 Pengetahuan Profesional Numerasi tahap Layak. Silahkan bagikan...!


0 Komentar untuk "Jawaban Post Test Modul 2 Pengetahuan Profesional Numerasi tahap Layak"
Komentarlah dengan bijak dan bermanfaat