- Tujuan utama dari pengurangan risiko bencana di satuan pendidikan adalah... jawaban: C
- Sebuah sekolah berada di wilayah rawan banjir, tidak memiliki jalur evakuasi, namun seluruh guru sudah terlatih tanggap darurat. Berdasarkan komponen risiko, kondisi tersebut menggambarkan... jawab: B
- Perubahan iklim dapat meningkatkan risiko bencana di sekolah karena... jawab: C
Strategi apa yang menurut Anda paling realistis diterapkan di sekolah untuk mengurangi risiko bencana?
jawab:
Strategi paling realistis adalah integrasi kebencanaan ke dalam rutinitas sekolah secara berkelanjutan, bukan sebagai program tambahan yang terpisah. Contohnya:
- Praktik Simulasi Rutin: Jadwalkan dan evaluasi latihan berkala (gempa, kebakaran) secara sederhana namun konsisten setiap semester.
- Edukasi Kontekstual: Sisipkan topik mitigasi bencana lokal (misal: banjir, gempa) dalam pelajaran (IPA, IPS, PJOK) secara tematik.
- Penataan Lingkungan Sederhana: Pastikan jalur evakuasi jelas, titik kumpulan aman, dan kantong darurat tersedia.
Kenali Risikonya, Susun Aksinya: Wujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana
- Mengapa kajian risiko menjadi fondasi dalam perencanaan SPAB? jawab: A
- Seorang guru mencatat bahwa sekolahnya berada di dekat sungai (ancaman), memiliki satu pintu keluar sempit (kerentanan), dan belum pernah melakukan simulasi. Maka fokus peningkatan kapasitas yang paling tepat adalah... jawab: B
- Jika hasil kajian menunjukkan bahwa banyak peserta didik tidak mengetahui POS Kedaruratan Bencana, maka rencana aksi yang paling prioritas adalah... jawab: C
Apa tantangan yang Anda bayangkan dalam melibatkan warga sekolah dalam proses penyusunan kajian risiko partisipatif?jawab:Tantangan utamanya adalah:
- Waktu & Prioritas: Keterbatasan waktu karena beban akademik dan administratif yang padat, menjadikan SPAB sebagai prioritas sekunder.
- Pengetahuan & Persepsi: Kurangnya pemahaman tentang metodologi partisipatif dan persepsi bahwa kajian risiko adalah tugas teknis tim kecil saja.
- Keterlibatan Aktif: Mengubah partisipasi dari sekadar formalitas (seperti tanda tangan) menjadi keterlibatan aktif yang menghasilkan data dan kepemilikan bersama atas rencana aksi.
- Mengapa penyusunan POS Kedaruratan harus melibatkan seluruh warga sekolah? jawab: B
- Jika POS Kedaruratan Bencana hanya menjelaskan jalur evakuasi tetapi tidak mencakup siapa melakukan apa dan bagaimana, maka kemungkinan dampaknya adalah… jawab: C
- Manfaat utama dari melakukan latihan POS Kedaruratan secara berkala adalah… jawab: B
Bagaimana Anda membayangkan tim siaga yang ideal untuk sekolah Anda? Siapa saja yang perlu dilibatkan?jawab:Tim Siaga ideal adalah struktur minimalis namun representatif, berfokus pada fungsi, bukan formalitas. Anggotanya meliputi:Pimpinan: Kepala Sekolah (Penanggung Jawab) dan Wakil (Koordinator Harian), Staf Kunci: Guru (Regu Evakuasi, P3K, Psikososial), Tenaga Kesehatan (UKS), dan Tenaga Administrasi (Logistik & Komunikasi) dan Komunitas: Perwakilan siswa (OSIS) dan orang tua (Komite), serta mitra dari BPBD/PMI setempat sebagai pembimbing teknis. Kunci utamanya adalah pelatihan rutin dan komunikasi yang jelas.
Dari Bunyi Sirine ke Titik Kumpul: Yuk Simulasi!
- Apa tujuan utama dari simulasi bencana di sekolah? jawab: C
- Perbedaan utama antara simulasi terbuka dan tertutup adalah... jawab: C
- Setelah simulasi, sekolah sebaiknya melakukan... jawab: C
Bagaimana Anda akan mendorong simulasi agar menjadi rutin dan bukan sekadar kegiatan formalitas?
jawab:
Saya akan mengubah pola pikir bahwa simulasi adalah ujian menjadi bagian dari budaya belajar. Kuncinya dengan membuat setiap sesi berbeda dan bermakna. Misalnya, mengadakan latihan dengan skenario tak terduga, seperti jalur evakuasi terblokir, untuk melatih pemecahan masalah nyata. Setelahnya, kami akan mengadakan refleksi singkat bersama siswa dan guru untuk mengevaluasi apa yang berhasil dan apa yang perlu ditingkatkan. Dengan menjadikan simulasi sebagai kegiatan yang dinamis, dialogis, dan langsung relevan, ia akan bergeser dari formalitas menjadi keterampilan hidup yang otentik.
Jawaban Post Test:
- Sekolah A memiliki ancaman banjir, memiliki jalur evakuasi yang sempit, dan guru belum pernah dilatih PRB. Apa dua komponen risiko utama yang perlu segera diperbaiki? Jawab: B. Kerentanan dan kapasitas
- Perubahan iklim meningkatkan potensi bencana. Apa bentuk strategi PRB yang dapat membantu sekolah mengantisipasi hal ini? jawab: C. Menyesuaikan jadwal simulasi ...
- Sekolah ingin menerapkan PRB secara menyeluruh. Strategi mana yang paling efektif untuk melibatkan peserta didik dalam proses ini? jawab: B. Melibatkan peserta didik ...
- Apa indikator bahwa peta risiko sekolah sudah menggambarkan situasi aktual dan berguna? jawab: C: Warga sekolah dapat mengidentifikasi ...
- Dalam proses pemetaan risiko, mengapa penting menggali informasi dari peserta didik dan tenaga kependidikan? jawab: C. Karena mereka menjadi bagian ...
- Rencana aksi SPAB harus merujuk pada hasil kajian risiko. Mengapa demikian?/ Jawab: C. Karena hasil kajian risiko ....
- Apa risiko jika POS kedaruratan disusun tanpa partisipasi warga sekolah? jawab: C. POS kedaruratan sulit dipahami ...
- Apa yang paling mencerminkan struktur ideal Tim Siaga Bencana Sekolah (TSBS)? jawab: C. respresentatif, inklusif, ...
- Apa indikator bahwa latihan POS kedaruratan berjalan efektif? jawab: A. Seluruh warga sekolah ...
- Mengapa simulasi tertutup perlu dilakukan secara berkala? jawab: A. Untuk menguji kesiapan ...
- Mengapa penting memiliki tahapan yang jelas dalam perencanaan simulasi? jawab: B. untuk meastikan koordinasi, kesiapan ....
- Apa nilai tambah dari pelaksanaan simulasi bencana secara rutin di sekolah? jawab: B. Menningkatkan kesiapsiagaan nyata ...
Demikian pembahasan mengenai Modul 2 Siaga Sejak Dini Risiko Bisa Dikurangi. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Terima kasih telah membaca Jawaban Modul 2 Siaga Sejak Dini Risiko Bisa Dikurangi (SPAB). Silahkan bagikan...!


0 Komentar untuk "Jawaban Modul 2 Siaga Sejak Dini Risiko Bisa Dikurangi (SPAB)"
Komentarlah dengan bijak dan bermanfaat